Selasa, 24 Februari 2015

Part 2-Transform ,Connect, Shine : 3 Strategi Memperbaiki Daya Saing Karyawan

Connect & Shine
Transformasi individu ternyata tidak cukup untuk meningkatkan daya saing, sebagai mahluk sosial manusia perlu bersosialisasi dengan lebih banyak orang agar dirinya mampu menyerap lebih banyak pendapat dan buah pemikiran yang berbeda. Untuk itulah Connect diperlukan. Saya merumuskan Connect ini sebagai sebuah tindakan untuk menyambung silaturahmi serta membentuk aksi kolaborasi dengan beberapa kelompok berikut 


Bersama Para Expert di Pinasthika Creative Festival

1.       Connect to the Expert, poin pertama ini menekankan setiap orang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kemampuan lewat membangun hubungan baik dengan expert. Simplenya jika kita di bagian marketing, maka cobalah connect dengan para expert di bidang marketing. Jika Anda bekerja di bidang desain, carilah desainer idola Anda dan bangunlah hubungan dengan mereka. Bagiamana caranya ? teknologi menghadirkan email, social media dan lain-lain untuk mempermudah kita berkomunikasi. Dekatlah pada expert dengan  demikian kita punya kesempatan untuk mengetahui perkembangan keilmuan yang kita geluti, jika beruntung kita mungkin dapat kesempatan untuk bertemu dan belajar secara langsung. 

2.       Selain Expert kita juga perlu connect dengan komunitas. Baik komunitas dengan kumpulan orang-orang yang satu profesi dengan kita maupun komunitas yang membutuhkan bantuan kita untuk memecahkan masalah mereka. Saya akan coba fokus ke hal yang kedua. Berapa banyak ide kita yang sudah membantu kelompok tertentu? Jika kita ahli di bidang branding misalnya, sudah berapa banyak komunitas ukm misalnya yang kita bantu untuk memperbaiki brand mereka ?. Bangunlah hubungan dengan komunitas / kelompok yang membutuhkan buah pemikiran kita, semakin sering kita mengasah keahlian yang kita miliki dengan membantu orang lain, semakin tajam kemampuan kita dalam memecahkan masalah. 

Yang terkahir dari 3 strategi ini adalah Shine, Simplenya “ show your self” . Apa yang harus dilakukan ? jadilah pembicara di seminar, workshop, sarasehan dan sebagianya. Sebarkanlah ide atau suara kita di berbagai media. Shine !, bersinarlah. Bagikan apapun yang kita tahu kepada khayalak . Apa fungsinya ? agar lebih banyak orang mengenal kita. Bayangkan jika ini dilakukan oleh tim kita,  semua karyawan bisa melakukan ini. Perusahaan kita akan diisi dengan banyak orang terkenal. 
Sedang mengisi seminar di STMIK AMIKOM Jogja


Saya salah satu tipe orang yang awalanya tidak begitu percaya diri untuk berbagi dan mempublikasikan pada khayalak siapa saya dan apa mimpi saya. Saya  malu ketika disebut entrepreneur karena merasa belum pantas sehingga jika ada seminar tentang entrepreneurship sayapun menolak. Tapi pada akhinya saya sadar, sekecil apapun yang saya tahu itu harus dibagikan kepada orang lain tanpa perduli apakah saya sudah menjadi orang besar atau belum.
Selamat mencoba, terimakasih telah berkunjung ke blog saya.
Selengkapnya...

Sabtu, 31 Januari 2015

Transform ,Connect, Shine : 3 Strategi Memperbaiki Daya Saing Karyawan

Secara pribadi saya sangat meyakini bahwa harta terbesar seorang manusia adalah dirinya sendiri, maka pantas jika SDM dalam hal ini tim dari top manajemen hingga karyawan level bawah adalah harta yang tak ternilai yg dimiliki oleh perusahaan manapun di dunia ini. Pertanyaannya bagaimana menggunakan harta ini agar menghasilkan sesuatu yang lebih besar untuk diri mereka sendiri dan perusahaan ?   ini perkara yang sulit untuk dijawab.




Orang bijak berkata” jangan berharap hasil yang sama dengan cara yang sama” maka sungguh haram jika kita mengharap perubahan besar dalam hidup kita termasuk perusahaan jika masing-masing individu tidak berusaha memperbaiki diri. Sayapun menyadari bahwa , kita harus merubah kualitas pribadi seluruh tim agar punya daya saing. Untuk itulah transformasi individu menjadi hal penting dalam program di perusahaan saya tahun ini. 

Transformasi individu ini menurut saya harus dilakukan dalam tiga hal, yaitu Phisically  (hal yg tampak secara fisik), Knowledge (pengetahuan) , dan Habit (kebiasaan). Mari kita mulai dengan membahas masalah fisik . perlukan kita memperhatikan penampilan ? jawabannya adalah, siapa yang mau bertransaksi dengan orang yang penampilannya saja tidak meyakinkan ? siapa yang mau meeting berlama lama dengan orang yg badannya bau ? dan sebagainya.

Kita harus memperbaiki aspek fisik kita, yaitu aspek yang  terlihat,  yang dapat didengar dan tentunya dapat dirasakan oleh indra penciuman orang lain. Singkat kata perbaikilah penampilan kita dari ujung kaki hingga rambut, pastikan bahwa badan  wangi dan yang tak kalah penting, bagaimana kita mengatur cara kita berkomunikasi dengan orang lain. 

Transormasi tahap kedua adalah perubahan dari sisi knowledge. Semakin banyak hal yang kita tahu dan semakin fokus kita pada satu keahlian itu semakin baik. Ketika seseorang menyebut nama kita, kira-kira apa keahlian kita yang terbayang dalam pikirannya? Mulailah mengosonkan gelas dan belajar sebanyak mungkin. Dalam dunia bisnis, pengetahuan tentang leadership, manajemen, bahkan cara berkomunikasi khususnya presentasi dan negosiasi adalah hal mutlak yang harus dimilki.

Lantas apakah semuanya sudah cukup ? belum !. Masih ada satu hal selain transformasi fisik dan pengetahuan, yaitu habit atau kebiasaan. Apakah kita selama ini cukup disiplin dalam menjalankan strategi agar hidup jadi lebih baik ? jam brapa kita tidur ? berapa buku yang kita baca sebulan ? berapa lama kita habiskan waktu main game? Mari memulai hidup dengan membiasakan diri menjalankan kebiasaan yang baik termasuk olahraga.

Itulah tiga hal dalam program transformasi individu yang bisa saya share kali ini. Semoga saya bisa belajar lebih banyak dan berbagi lebih banyak ilmu dan pengalaman dengan Anda. Nantikan tulisan saya selanjutnya tentang Strategi  Connect dan shine 
Selengkapnya...

Cerita Dari Sharing Session Cera

Melihat betapa sibuknya kita menjalankan program kerja , dan melakukan aktivitas bisnis setiap harinya sayapun kepikiran, apakah hanya ini yang bisa dilakukan oleh tim saya di kantor Ceraproduction.com

Saya akhirnya membuat strategi perubahan SDM dengan mengusung tema Cera As The Second University, programnya adalah membuat learning centre dan sharing session oleh karyawan Cera yang berjalan setiap minggu. saya ingin lewat program ini Cera semacam rumah kedua, jika bisa dibilang rumah perubahan. Yups Cera tidak hanya menjadi tempat bekerja dan menguras tenaga tapi juga tempat belajar banyak sehingga setiap tim dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Berikut cuitan saya menggambarkan suasana sharing session kami saat Tio desainer kami menyampaikan idenya.


Masih mengingat moment sore tadi , saat Desainer kebagian tugas presentasi

Banyak yg kagum dgn presentasi yg kental storytelling dari Prasetyo, banyakan gak nyangka dia bakal sebagus itu

Dia cerita butuh dua hari hanya utk membuat dan mendesain slide presentasinya, sangat serius dan memang wow isinya

Hasilnya sangat keren, karyawan yg jarang bersuara, bahkan yg kesannya clengean ternyata mampu presentasi dgn ide keren

Tema yg dibahas pun sangat bebas, boleh bicara fashion, game, seni lukis, pemasaran, digital bahkan sharing ttg kuliner.

Klo ada yg pengen gabung dan lihat sharing session kami di silhkan datang tiap kamis 16.00-17.30

Selengkapnya...